-
Tuhan, terimakasih atas apa yang kau suguhkan dalam hidup ini. Semuanya memberikan arti. Meski setiap pelajaran mengahruskanku menghela nafas lebih dalam. Aku mengerti, ini adalah bentuk kasihMu demi menjadikan aku pribadi yang bisa lebih mengerti.
-
Bogor 15 mei, 2013 (03:12)
Ada rasa rindu melafalkan nama-Mu di sepertiga malam
Bersujud dan terunduk haru dalam keheninganTuhan, ampuni makhluk kecilMu ini
Yang seringkali lupa akan alasan apa ia diciptakanMu di dunia ini
Maafkan segala khilaf dan semua salah
Kendati sedemikian banyak, namun aku percaya
AmpunanMu lebih dari ituTuhan, selalu ingatkan aku pada sebuah akhir
Agar tak terbuai dan selalu berpegangan pada yang tak akan berakhir
Bimbing aku menuju jalan ridhoMu
Yang menjadikan setiap langkahku lebih dekat padaMuTuhan, sayangi aku
Sungguh tak ada yang lebih ku inginkan selain itu
Juga kedua orang tuaku, keluarga serta manusia-manusia yang aku sayangi
Jagalah mereka, hindarkan mereka dari kebencian dan berilah kami rasa cukup serta ikhlas menerima atas apa yang menjadi kehendakMu.Aamiin
-
Nyanyikan lagumu, ungkapkan isi hatimu…
-
Karena hidup takkan berhenti hanya karena patah hati
-
“Anakmu bukanlah anakmu”
Anakmu bukanlah anakmu
Mereka adalah putra putri kehidupan terhadap dirinya sendiriMereka terlahir lewat dirimu namun tidak berasal dari dirimu
Dan meskipun mereka bersamamu, mereka bukan milikmu
Kau boleh memberi mereka cintamu tetapi bukan pikiranmu
Sebab mereka memiliki pikiran sendiriKau bisa memelihara tubuh mereka namun bukan jiwa mereka
Sebab jiwa mereka tinnggal di rumah masa depan, yang tak ‘kan bisa kau datangi, bahkan dalam mimpimuKau boleh berusaha menjadi seperti mereka, namun jangan jadikan mereka seperti kamu
Sebab kehidupan tidak bergerak mundur dan tidak tinggal bersama hari kemarinKau adalah busur yang meluncurkan anak-anakmu sebagai panah hidup
Pemanah mengetahui sasaran di jalan yang tidak terhinggaIa melengkungkanmu sekuat tenaga-Nya agar anak panah melesat
Biarlah tubuhmu yang melengkung di tangannya merupakan kegembiraanSebab seperti cinta-Nya terhadap anak panah yang melesat
Ia pun mencintai busur yang kuat~Kahlil gibran
-
Mengapa hidup begitu sepi, apakah hidup seperti ini?
-
Aku Adalah ‘Kabut’
Aku adalah kabut
Yang menyelubungi segala sesuatu tapi tak pernah mempersatukannya.
Aku Adalah Kabut
Yang tak pernah menjadi air, yang dapat memberi kesegaran pada apa yang disentuhnya
Aku adalah kabut
Yang melambangkan Kkesunyian dan kesendirian.
Yang rindu akan bertemu kabut lain seraya berkata;“Engkau tidak sendirian.
Marilah kita berkelana diantara pepohonan.
Marilah kita melurupi cadas-cadas tinggi.
Dan marilah kita mengembara ketempat yang jauh yang tak terlihat dan tertemukan orang..”
-
“kamu saja untukku”
-
“Indah yang terlupakan”
Indah, wangi, mempesona lagi menarik dan selalu di kagumi banyak orang, seakan tak satupun cacat dari dirimu
Satu, dua dan berapa banyak jumlah angka keelokanmu, setiap mata yang memandang seakan ikut kemana engkau pergi.Memang kuncup yang baru mekar itu indah,
menoreh luka hati pada setiap yang di tinggalkan.
Tapi kau tak perduli, karena kau sang indah,
bahkan helai denmi helai rambutmu pun ikut sombong…Langkahmu ringan tanpa beban, melintasi kabut tipis di duniamu.
Rerumputan kering pun ikut iri melihat tumbuhnya dirimu yang sempurna…“Wahai indah…” berkata sang surya,
“walaupun saat ini sinarku kalah dengan wajahmu, syahdunya bulan pun tenggelam saat kau muncul, tapi ingatlah kau, indah”Rambutmu hitam bagai sutra mengkilat, parasmu yang mempesona sehingga bulanpun malu menatapmu, tubuhmu yang tak habis seberapa indahnya, dan semua…. yang ada padamu…
Suatu saat,
Rumput yang tadinya iri akan tertawa terbahak-bahak,
Bulan yang tadinya malu akan tersenyum mengejek, dan semua yang ada di sekitarmu akan mencela, menjauhimu.Semoga pada saat itu kau sadar, semua indah yang kau miliki adalah anugrah yang dititpkan padamu.
Tanpa sisa apapun kau akan masuk ke liang lahat.“Seandainya engkau padi, merunduklah sebelum tua.
Seandainya engkau bunga, tutupilah indahmu dengan akhlak mulia.
Saat engkau berkuncup, mekarlah dengan iman.
Saat engkau berbunga, layulah dengan meninggalkan harum.”



